Skenario Film – Overview

skenario-filmSkenario menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah rencana suatu lakon dalam pementasan suatu drama/film. Skenario merupakan blue print atau cetak biru sebuah film. Proses penulisan skenario ini dilakukan pada tahapan pra-produksi sebuah film. Orang yang bertanggungjawab mengurusi skenario disebut penulis skenario script writer. Umumnya penulisan naskah untuk film ini mengacu pada konsep drama yang digagas oleh Aristoteles untuk cerita teater.

  • Babak 1 – Awal Konflik dan pengenalan karakter.
  • Babak 2 – Tengah atau komplikasi masalah.
  • Babak 3 – Akhir penyelesaian masalah.

Pola ini menjadi andalan penulis menyusun script untuk berbagai genre jenis film. Namun begitu ada pola yang relatif baru dalam penyusunan cerita sebuah film, konsep tersebut adalah konsep yang disebut Nine Act Stucture yang belakangan ini banyak digunakan dalam industri film Hollywod.

Skenario Film Sebagai Konsep Dasar

Skenario merupakan ide dasar yang diperlukan dalam produksi film. Kualitasnya sangat menentukan bagus tidaknya sebuah film. Skenario berisi gambaran/deskripsi pesan atau informasi yang disampaikan yaitu alur cerita, karakter tokoh utama, dramatisasi, peran/figuran, setting, dan penjelasan-penjelasan penting produksi film.

Skenario Film Sebagai Arahan (Direction)

Skenario digunakan sebagai dokumen yang mengarahkan sutradara dan crew dalam menyelesaikan produksi film. Skenario berisi beberapa informasi mengenai adegan yang melibatkan aktor, seting dan property. sutradara dan crew perlu mematuhi isi dan alur cerita yang terdapat dalam sebuah naskah.

Skenario Film Sebagai Acuan (Reference)

Skenario dapat digunakan sebagai referensi oleh sutradara dan crew untuk mewujudkan sebuah ide atau gagasan menjadi film yang komunikatif. Semua usaha kreatif dalam produksi film dari sutradara hingga crew harus mengacu pada sebauh naskah.

Ide Cerita

Ide cerita dalam skenario sejatinya bisa dari siapa saja; produser, sutradara, penulis naskah, crew, atau orang lain di luar jajaran industri film. Selain itu ide cerita juga bisa adaptasi dari karya sastera seperti novel, cerpen, cerbung, dan bahkan dari film itu sendiri.

Lazimnya dalam industri film Indonesia, penulis skenario mengerjakan naskah skenario yang sudah dipesan oleh produser. Namun ada juga penulis skenario mengerjakan naskah yang dipesan oleh sutradara, dan kemudian sutradara tersebut mengajukannya kepada produser untuk diproduksi. Namun tidak menutup kemungkinan pula penulis skenario menulis naskah atas inisiatifnya sendiri, ia memang berniat menulis skenario sesuai dengan idenya dia yang kemudian ia tawarkan kepada produser untuk mempertimbangkannya diproduksi menjadi sebuah film.

Sebagai contoh dalam film Doa yang Mengancam misalnya, ide ceritanya adalah dari cerpen karya Jujur Prananto. Cerpen tersebut pernah dimuat di harian KOMPAS dan dibukukan dalam antologi cerpen. Kemudian oleh Leo Sutanto produser SinemArt, cerpen tersebut inspirasi untuk cerita filmnya. Pada tahapan ini soal ide sudah jelas, ide tersebut darimana asalnya. Kemudian Leo Sutanto menugaskan penulisan naskahnya kepada Jujur Prananto. Beberapa film adaptasi lainnya adalah Laskar Pelangi, Negeri 5 Menara, Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, 5 CM, Tenggelamnya Kapal Van Der Wick, yang diangkat dari novel best seller. Umumnya produser akan membuat film adaptasi dari karya sastera sukses, dengan asumsi filmnya juga akan sesukses novelnya.

Profesi Penulis Skenario

Script Writer merupakan tulang punggung dalam produksi film. Tugas utamanya adalah menangani proyek skenario dari ide hingga draft naskah yang siap untuk diproduksi. Industri film tanah air mengenal nama: Misbach Yusa Biran dengan karyanya “Istana yang Hilang, Matjan Kemayoran (1965)”, “Dibalik Tjahaya Gemerlapan (1966), Imam Tantowi script writer film kolosal Fatahillah dan beberapa penulis lain pada era keemasan film nasional. Nama-nama itu kemudian timbul dan tenggelam seiring pasang surutnya industri film dalam negeri.

Bangkitnya kembali film nasional, menandakan peluang untuk menekuni profesi di industri film semakin luas. Saat ini kita mengenal penulis skenario handal seperti Jujur Prananto (Ada Apa Dengan Cinta, Ungu Violet, Doa yang Mengancam), Joko Anwar (Arisan), Riri Reza (Soe Hok Gie), Salman Aristo (Jomblo, Brownies, Ayat-Ayat Cinta), Musfar Yasin (Kiamat Sudah Dekat, Alangkah Lucunya Negeri ini, Naga Bonar Jadi 2), Ginatri S. Noer (Perempuan Berkalung Sorban, Habibi Ainun) dan masih banyak lagi penulis berbakat lainnya.

Namun penulis skenario dalam industri film Indonesia masih bisa dibilang minim. Permintaan pasar lebih tinggi dibanding tenaga professional yang tersedia. Ini menjadi lahan rezeki sekaligus lahan kreatif bagi siapa saja yang ingin menekuni penulisan skenario.
Penulis skenario adalah orang yang bertugas menulis naskah cerita. Naskah cerita merupakan blueprint (cetak biru) sebuah film. Skenario yang ditulis oleh script writer tersebut kemudian diterjemahkan menjadi bahasa visual oleh director (sutradara) menjadi satu rangkaian cerita yang dapat dinikmati oleh penonton. Secara rinci tugas penulis skenario adalah:

  • Menentukan lakon/tokoh cerita
  • Memilih pesan atau tema cerita
  • Menyusun plot/esensi cerita
  • Menciptakan setting cerita
  • Menulis skenario secara utuh.

Menulis Sinopsis

Sinopsis merupakan ringkasan cerita. Setelah melewati pembahasan dan disetujui dalam meeting triangle, sinopsis tersebut kemudian dikembangkan menjadi treatment. Dan tahap berikutnya adalah penulisan skenario berdasarkan treatment yang sudah disepakati. Sinopsis bukan sekedar ringkasan, melainkan ikhtisar cerita yang berisi sejumlah data dan informasi untuk mengubah penceritaan secara sastra (literer) menjadi audio-visual (filmis). Alur cerita itu harus singkat tetapi lengkap dan jelas. Karena dibatasi running time atau durasi, data dan informasi itu dipilih secara optimal, hanya yang penting dan perlu untuk penceritaan filmis. Menurut Misbach Yusa Biran, sinopsis yang baik mengandung informasi sbb:

  • Tema, isi dan jalan cerita;
  • Motivasi, hasrat, alasan, tujuan dan hal lain yang mendorong para pelaku melakukan tindakan;
  • Konflik dan rintangan yang dialami para pelaku, termasuk daya upaya mereka dalam menghadapi dan mencari solusi;
  • Perwatakan masing-masing tokoh;
  • Suasana tempat kejadian atau segala sesuatu yang bersifat unik atau ciri khas lokasi cerita, berikut waktu atau cuaca saat cerita terjadi;
  • Petikan topik dialog yang dianggap perlu dikutip.

One thought on “Skenario Film – Overview

  1. ganniabdulrahman

    Askum. Saya amatir dalam dunia sekenario film dsb. Mohon izin minta pasword buat download contoh skenario di web ini. Trims
    Salam sukses selalu…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>