Format Menulis Skenario

By | December 17, 2013

Bagi anda yang baru mulai belajar menulis skenario, posting mengenai format menulis skenario beserta contoh skenario ini mungkin dapat memberikan wawasan yang baru anda. Berikut ini adalah cara menulis  skenario jika anda menggunakan program Microsoft office Word yang ada pada komputer windows atau pada program Open Office yang lazim digunakan pada OS linux dan Mac. Namun penulisan dengan menggunakan software pengolah dokumen yang biasa digunakan oleh siapa saja saat membuat dokumen, seperti surat, makalah, ini sudah hampir ditinggalkan. Umumnya penulis skenario sekarang menggunakan program khusus untuk menulis skenario yaitu Final Draft. Dengan menggunakan Final Draft penulis skenario tidak perlu repot mengatur ukuran font, jenis font, capital atau yang lainnya karena dengan software tersebut semua sudah bisa dilakukan secara otomatis. Tetapi prinsip penulisannya tetap sama dengan yang akan kita pelajari kali ini.

1.   JUDUL SCENE
Keterangan tempat yang menandakan di mana adegan itu berlangsung apakah di dalam atau di luar ruangan. Ditulis dengan istilah EXT (eksterior) untuk keterangan adegan di dalam ruangan. INT (interior) untuk keterangan adegan di dalam ruangan.  Keterangan tempat adegan itu berlangsung: RUMAH MADRIM  Keterangan waktu: PAGI/SIANG/MALAM, dalam format internasional keterangan waktu hanya DAY/NIGHT.
Umumnya format tulisan menggunakan font Times New Roman, 12 pt, Capital, Bold, Underline.
Contoh :
     1. INT.  RUMAH MADRIM (DI PEMUKIMAN KUMUH)  -  SIANG.

      2. EXT.  PASAR INDUK / WARUNG NASI  -  SIANG.

2.  NAMA PEMERAN

Dalam Format skenario internasional nama pemeran tidak umum dituliskan. Namun di Indonesia, beberapa penulis menganggap hal itu penting, sehingga nama pemeran dicantumkan, tepat di bawah judul  scene.  Huruf yang digunakan Times New Roman, 10 pt, capital.

Contoh :

Ext.  Rumah Madrim  -  malam.
MADRIM, PEMILIK RUMAH

 3. DESKRIPSI VISUAL
Deskripsi mengenai keterangan suasana, tempat kejadian, dan peristiwa yang ada dalam scene tersebut, deskripsi ini yang akan diterjemahkan sutradara dalam menghasilkan visualnya.

Contoh Deskripsi Visual

Madrim memanggul sebuah karung, berjalan melintas depan warung nasi. Langkahnya cenderung cepat khas kuli yang sedang memanggul barang. Si Pemilik Warung (merangkap rentenir), pria bertampang okem, menegurnya. Sementara pelayan perempuan berkulit gelap dan bertampang sangat dusun (padahal sebetulnya manis), ialah keponakan si Pemilik Warung bernama naryati, melayani para tamu warung sambil sesekali memandang iba pada Madrim.

4. TOKOH DIALOG
Pada bagian ini hanya menerangkan NAMA dari tokoh (karakter) yang sedang mengeluarkan vocal, baik dialog maupun monolog. Umumnya dituliskan ditengah. Times New Roman, 12 pt, Capital, Bold.

5. BEAT
Dalam music beat dimaksud dengan tempo atau irama. Namun dalam skenario  istilah ini digunakan untuk menitik beratkan emosi tokoh yang akan terlihat dalam bentuk ekspresi. beat inilah yang menjadikan dialog yang diucapkan dan laku menjadi sinkron hingga memiliki arti dan motivasi.
Contoh: sedih karena istrinya minggat, marah.
Beat ditulis di dalam tanda kurung (…), huruf kecil, letaknya dibawah posisi tokoh dialog, dan bisa juga diselipkan diantara kalimat dialog. Font Times New Roman, 12 pt.

6. DIALOG
berisi kata-kata yang nanti akan diucapkan oleh pemain. Dialog ini harus sinkron atau mendukung karakter dan cerita dalam skenario. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun dialog adalah:

  • Siapa yang berdialog
  • Dengan siapa dia berdialog.
  • Apa latar belakang tokoh tersebut. Misalnya  ia lulusan apa, berasal dari budaya mana, usianya berapa, dan lainnya.
  • Di mana terjadinya dialog tersebut.
  • Bagaimana suasana hati tokoh yang berdialog.
  • Apa tujuan dialog tersebut . permohonan, ancaman dll

Font : Times New Roman, 12 pt, huruf kecil. Posisi agak ke tengah dibawah nama Tokoh.

7. TRANSISI
Transisi dalam skenario adalah peralihan dari scene yang satu ke scene berikutnya. Biasanya dipakai istilah CUT TO, FADE OUT- FADE IN, DISSOLVE TO.

Tujuan transisi selain sebagai pengait antar scene, dari ending scene menuju scene berikutnya, transisi bisa juga untuk memaknai adegan tertentu, misalnya mimpi dengan menggunakan DISSOLVE TO, atau melamun/membayangkan sesuatu dengan menggunakan transisi lainnya yang sesuai.

Berikut ini contoh skenario Film DOA YANG MENGANCAM”

 skenario image

Incoming search terms:

  • Cara membuat skenario
  • cara menulis skenario
  • cara membuat skenario film
  • cara membuat naskah film
  • menulis skenario
  • contoh penulisan skenario
  • cara menulis skenario film
  • contoh skrip film
  • Contoh naskah skenario
  • penulisan skenario

4 thoughts on “Format Menulis Skenario

  1. Maswi Ula Selta

    Thank info.nya sangat membantu, nich gara” tuntutan PKL.ku suruh buat film

    Reply
    1. jefri

      Rina masih pemula menulis skenario film?
      tuntutan dari study atau memang mau berkarier di dunia film?

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *