Alur Cerita Atau Plot Dalam Menulis Skenario

Kita mungkin sudah terbiasa mendengar kata plot, atau alur cerita. Bahkan hampir setiap hari kita menikmati alur cerita pada film atau sinetron  yang kita tonton. Plot ini menjadi wajib adanya dalam membuat sebuah cerita, termasuk dalam penulisan skenario.
Dalam penulisan skenario  film layar lebar, FTV maupun sinetron, plot ini terdiri dari dua macam, yaitu plot lurus dan plot bercabang.

  1. Plot lurus
    Plot lurus merupakan pola plot linear. Yaitu alur cerita yang hanya berfokus pada tokoh utama yang menjadi sentral cerita. Semua adagan yang ada dalam film dengan plot lurus ini selalu berkaitan dengan tokoh utamanya. Plot lurus ini sering digunakan pada Film baik layar lebar, film televisi, dan serial lepas.
  2. Plot bercabang
    Plot bercabang biasa juga disebut dengan istilah multiplot. Yaitu konstruksi suatu cerita yang memiliki fokus cerita lebih lebar, tidak hanya berfokus pada satu tokoh sentral saja. Model cerita dengan plot bercabang ini memilki beberapa tokoh utama dengan konflik yang berbeda, hanya saja tokoh sentralnya masih berkaitan dengan masing-masing konflik cerita, walaupun tidak secara langsung. Plot  bercabang ini banyak digunakan pada cerita sinetron dengan episode yang panjang. Bahkan kita sering melihat trend sinetron striping yang ditengah jalan cerita muncul tokoh-tokoh baru dengan plot yang baru pula, bahkan plot baru ini terus dikembangkan hingga jalan cerita dalam sinetron tersebut semakin kompleks dan terkesan mengada-ada.

Kedua jenis plot ini menjadi acuan dalam penulisan cerita apasaja bukan hanya dalam penulisan skenario. Dalam penulisan karya sastera pun plot ini digunakan oleh penulis untuk menyusun ceritanya. Untuk penulisan cerpen dengan jumlah kata yang terbatas penulis mutlak menggunakan single plot atau alur cerita lurus, hanya berfokus pada satu  tokoh sentral saja. Namun pada penulisan novel dengan jumlah kata yang tidak terbatas, umumnya penulis menggunakan multiplot atau alur cerita ganda untuk menunjang konflik tokoh sentral.

Penggunaan multiplot ataupun single plot ini menjadi penting untuk diketahui terutama untuk penulis pemula. Jika anda sedang belajar menulis skenario, sangat disarankan untuk  menggunakan single plot dalam menyusun cerita. Dengan menggunakan alur cerita tunggal besar kemungkinan carita yang anda buat lebih fokus dan tidak melebar kemana-kemana, sehingga benang ceritanya lebih jelas.

Contoh alur cerita Lurus

Anda bisa mendapati contoh alur cerita lurus pada skenario FTV. FTV dengan durasi yang umumnya 90-120 menit termasuk iklan ini menggukan alur cerita tunggal. Sebagai contohnya adalah cerita FTV baik yang tayang di SCTV maupun RCTI.

Selain pada FTV kita mendapati alur cerita tunggal pada serial  lepas. Serial lepas adalah sinema elektronik atau sinetron dengan fokus cerita, atau judul cerita yang berbeda dalam setiap episodenya. Setiap episode tokoh utama mengalami satu konflik yang kemudian diselesaikan dalam episode itu juga.